SKUMANICK & METAGLOW

Bupati Dedi Bersama Menag Lukman (purwakartakab.go.id). ©2016 Otonomi.co.id

 

Otonomi.co.id – Langkah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengalokasikan dana hingga Rp10 miliar untuk membayar guru agama untuk mengajar diluar waktu belajar mendapat apresiasi dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Bahkan menurut Lukman, metode ini layak untuk dipelajari dan diimplementasikan menjadi program nasional.

Hal ini disebutkan oleh Lukman pada peresmian Pondok Pesantren Baitul Qur’an di Desa Karoya Kecamatan Tegalwaru Purwakarta, Kamis 13 Oktober 2016.

“Sungguh kita mengapresiasi. Saya sebagai Menteri Agama sangat bersyukur dan mendukung penuh seluruh kebijakan ini. Pemerintah Kabupaten Purwakarta sudah berhasil mengakomodir segenap kepentingan umat beragama di daerahnya. Ini penting untuk dijadikan Pilot Project secara nasional,” ujar Lukman seperti dikutip dari laman Purwakartakab.go.id.

Lukman menilai kebijakan tersebut tergolong berani dan menjadi sinyal positif dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk mendorong kehidupan religius dari seluruh umat beragama. Dia juga mengatakan bahwa seluruh kepentingan umat beragama dapat terakomodir melalui kebijakan yang segera bergulir ini.

“Sungguh kita mengapresiasi. Saya sebagai Menteri Agama sangat bersyukur dan mendukung penuh seluruh kebijakan ini. Pemerintah Kabupaten Purwakarta sudah berhasil mengakomodir segenap kepentingan umat beragama di daerahnya. Ini penting untuk dijadikan Pilot Project secara nasional,” lanjutnya.

Oleh karena itu, dia lansung meminta staffnya untuk mempelajari sistem tersebut. Dia ingin mengaplikasikan sistem ini secara nasional.

“Coba mana staff saya. Tolong pelajari detail sistemnya seperti apa ini bagus dan menarik. Cocok untuk seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Lukman.

 

Saat ditanya bentuk konkret adopsi program Pendidikan Agama di Purwakarta secara nasional, Lukman mengaku akan mempelajari terlebih dahulu mulai dari tatanan substansi sampai teknis program tersebut. Dalam waktu dekat menurutnya, pihaknya segera mengirim tim khusus untuk menindaklanjutinya.

“Kita lihat perkembangan di Purwakarta. Kita contoh. Saya sangat sepakat bahwa pendidikan itu jangan hanya berkutat pada aspek kognitif saja, melainkan harus juga membangun aspek religi. Hakekatnya kan membangun amalan keimanan dan amalan kehidupan. Tim saya segera mempelajari itu,” ujarnya. (dwq)

 

Reporter : Nur Chandra Laksana | Jum’at, 14 Oktober 2016 09:26

(NCL/NCL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: