SKUMANICK & METAGLOW

Kain batik motif Papua kini mudah ditemui di pasar-pasar tradisional maupun butik pakaian.

Batik Papua (batikpapuashop.blogspot.com). ©2016 Otonomi.co.id

Reporter : Dian Rosa | Jum’at, 14 Oktober 2016 09:03

 

 

Otonomi.co.id – Walaupun batik Papua tak setenar batik Pekalongan, namun semakin lama kian banyak peminatnya. Oleh karena itu, kini batik Papua memiliki potensi yang cukup besar untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat di wilayah Provinsi Papua maupun Papua Barat.

Deputi Direktur Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Bank Indonesia (BI) Ika Tajaningrum menuturkan bahwa BI saat ini sedang melaksanakan program klaster bagi UMKM di setiap daerah. Komoditas unggulan di setiap daerah menjadi titik perhatian bank sentral tersebut untuk dikembangkan sebagai salah satu penyangga perekonomian daerah dan nasional.

“Batik tak hanya menjadi unggulan Indonesia, melainkan sudah menjadi komoditas market dunia. Kita menilai Batik Khas Papua juga bisa mengambil bagian,” ujarnya yang dikutip dari Cahaya Papua, Jumat 14 Oktober 2016.

Dia pun menambahkan, selain komoditas pangan yang memicu inflasi atau kenaikan harga, komoditas nonpangan seperti batik, juga bisa menjadi perhatian BI pada program pengembangan UMKM.

BI akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas inflasi. Komoditas unggulan daerah akan menjadi titik perhatian BI untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah maupun perekonomian masyarakat.

Dengan mengupayakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan memperlancar distribusi, terutama untuk komoditas yang menjadi faktor pemicu inflasi. Jadi batik Papua dirasa sudah cukup familiar dan beredar luas di wilayah Papua dan Papua Barat.

Kain batik motif Papua kini mudah ditemui di pasar-pasar tradisional maupun butik pakaian. Meski demikian, komoditas ini belum memberikan dampak secara signifikan bagi masyarakat dan perajin batik di daerah ini.

Batik Papua mulai Bangkit

Ketua Dewan Seni Papua Barat Aly Krey menyebutkan, kain batik yang selama ini beredar luas sudah bukan karya asli para seniman di daerah ini. Batik tersebut merupakan hasil jiplakan dari karya asli para perajin.

Meskipun demikian, kondisi ini tak membuatnya patah arang untuk terus berkarya menciptakan motif-motif baru untuk memperkaya batik khas Papua.

Seniman Papua yang membuka galeri di Jalan Yogyakarta, Manokwari itu telah menyiapkan sebanyak 50 motif batik baru. Karyanya itu sedang dalam proses pengurusan hak cipta. Ia ingin memperoleh hak paten atas karya yang ia buat sehingga tidak diklaim orang lain.

Dia menjelaskan, seni batik motif Papua adalah salah satu kekayaan budaya warisan leluhur. Seni ini erat kaitanya dengan pahat dan ukiran, namun perhatian pemerintah dan masyarakat kurang. “Kain batik yang beredar tersebut telah kehilangan hak cipta. Selain itu, motif batik tersebut telah mengalami perubahan dan kombinasi,” kata Aly.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah perajin batik di Manokwari bahkan di wilayah Teluk Cendrawasih sudah semakin minim dan hampir tidak ada. Karya batik yang beredar saat ini adalah karya para seniman terdahulu.

Menurut dia, seni batik dan ukiran serta pahat asli Papua nyaris terabaikan. Akibatnya, Papua kini digempur oleh batik-batik yang dijiplak dari hasil karya para seniman di daerah ini.

Krey berharap pemerintah daerah melalui instransi terkait kembali menginventarisir dan mencari pemilik hak cipta atas batik tersebut. Ia tak mau karyanya mengalami nasib serupa dengan batik-batik yang selama ini beredar di pasaran.

 

 

Skill yang dimiliki para perajin batik ini tidak didapat dari bangku sekolah, melainkan keahlian yang sudah menjadi warisan nenek moyang. Lebih tegasnya bahwa seluruh karya ini adalah jati diri orang Papua yang tidak boleh dijiplak sembarangan,” ujarnya lagi.

Ia pun mengajak para pemuda asli Papua menjaga warisan leluhur tersebut, dengan belajar kepada para seniman yang masih ada. Ia ingin anak-anak Papua mewarisi kemampuan dalam menciptakan karya batik, ukir dan pahat agar warisan tersebut tidak punah dan dicuri oleh orang lain. (poy)

(DR/DR)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: