SKUMANICK & METAGLOW

Tersangka Samudera Al Hakam Ralial, lelaki kelahiran 17 April 1992 yang bekerja untuk PT. Mediatrac Sistem Komunikasi, terlibat kasus videotron [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Tersangka Samudera Al Hakam Ralial, lelaki kelahiran 17 April 1992 yang bekerja untuk PT. Mediatrac Sistem Komunikasi, terlibat kasus videotron [suara.com/Kurniawan Mas’ud]

“Orangtuanya cerita, SAR itu membantu biaya buat orangtuannya di kampung,” kata Tri.

Read more at http://www.suara.com/news/2016/10/26/193000/kisah-hidup-pemuda-unggah-blue-film-di-videotron-diceritakan-ortu?ref=yfp#6fFRScauRlB97tgl.99

Suara.com – Masih ingat kasus video porno yang tayang di papan iklan digital di Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016) silam? Tersangkanya adalah Samudera Al Hakam Ralial.

Pada Senin (24/10/2016) lalu, orangtua Samudera jauh-jauh datang dari Jember, Jawa Timur, ke Jakarta untuk menemui Wali Kota Jakarta Selatan Tri kurniadi.

“Iya benar, orangtua SAR memberikan surat, sekaligus meminta maaf secara langsung. Sudah pasti kami maafkan, tapi tentunya proses hukum akan terus berlanjut,” kata Tri Kurniadi, Rabu (27/10/2016).

Orangtua Samudera ketika itu menceritakan tentang putranya yang sangat sayang dengan keluarga. Semenjak masuk sekolah menengah atas, Samudera nyambi bekerja demi membantu orangtua.

“Orangtuanya cerita, SAR itu membantu biaya buat orangtuannya di kampung,” kata Tri.

Setelah lulus, Samudera merantau ke Ibu Kota. Dia merantau kerena membutuhkan biaya untuk tugas akhir kuliah di bidang bionic hand yang didedikasikan untuk para penyandang cacat tangan.

Sampai akhirnya dia ketahuan mengunggah konten porno ke videotron. Kasus tersebut sempat membuat masyarakat heboh. Soalnya video porno tayang di tengah kemacetan arus lalu lintas.

Cerita Penangkapan

Penyidik Cyber Crime Polda Metro Jaya mengungkap kasus penayangan video porno di papan iklan digital di Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan.

Orang yang meretas videotron dan mengunggah film syur ternyata lelaki kelahiran 17 April 1992. Samudera merupakan staf PT. Mediatrac Sistem Komunikasi yang beralamat di Jakarta Selatan.

Menanggapi kasus tersebut, Mediatrac Sistem Komunikasi menyatakan telah dihubungi oleh kepolisian pada hari Senin (3/10/2016) malam.

Mediatrac bersedia bekerjasama dengan kepolisian semenjak awal untuk mendukung proses penyidikan kasus.

Pada Selasa  (4/10/2016) dini hari, Mediatrac mendampingi kepolisian untuk mengambil barang bukti yang di rumah Samudera. Pada hari Selasa pagi, Samudera menjalani pemeriksaan yang kemudian ditetapkan menjadi tersangka.

Mediatrac menyesali tindakan tidak bertanggungjawab yang telah dilakukan Samudera. Perusahaan menyatakan kelakuan Samudera merupakan inisiatif pribadi.
Read more at http://www.suara.com/news/2016/10/26/193000/kisah-hidup-pemuda-unggah-blue-film-di-videotron-diceritakan-ortu?ref=yfp#xKwmuEzLOcSyOHxL.99

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: